IKADI Palembang - Menebarkan Islam Rahmatan Lil 'AlaminIKADI Palembang - Menebarkan Islam Rahmatan Lil 'Alamin
  • Beranda
  • Naskah Khutbah
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Hari Raya
  • Hadits
    • Hadits Arbain
  • Murottal
    • Murottal Perjuz
    • Murottal Persurat
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Kontak Kami
    • Pedoman Media Siber
IKADI Palembang - Menebarkan Islam Rahmatan Lil 'AlaminIKADI Palembang - Menebarkan Islam Rahmatan Lil 'Alamin
  • Beranda
  • Naskah Khutbah
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Hari Raya
  • Hadits
    • Hadits Arbain
  • Murottal
    • Murottal Perjuz
    • Murottal Persurat
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Kontak Kami
    • Pedoman Media Siber
Follow US
Copyright 2026 © All rights Reserved.
Hadits ArbainHadits

Hadits Arbain Ke 20 Tentang Anjuran Memiliki Rasa Malu

Administrator
Last updated: April 5, 2026 21:05
Administrator
Share
2 Min Read
Hadits Arbain Ke 20
SHARE

Hadits Arbain Ke 20 Tentang Anjuran Memiliki Rasa Malu

عن أبي مسعود عقبة بن عمرو الأنصاري البدري – رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” إن ما أدرك الناس من كلام النبوة الأولى , إذا لم تستح فاصنع ما شئت ” رواه البخاري

Contents
Hadits Arbain Ke 20 Tentang Anjuran Memiliki Rasa MaluTerjemahanPenjelasan

Terjemahan

Dari Abu Mas’ud, ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshari Al Badri radhiyallahu anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Sesungguhnya diantara yang didapat manusia dari kalimat kenabian yang pertama ialah : Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.” (HR. Bukhari)[Bukhari no. 3483]

Penjelasan

Sabdanya “kalimat kenabian yang pertama”, maksudnya ialah bahwa rasa malu selalu terpuji dan dipandang baik, selalu diperintahkan oleh setiap nabi dan tidak pernah dihapuskan dari syari’at para nabi sejak dahulu.

Sabda beliau : “berbuatlah sekehendakmu”, mengandung dua pengertian, yaitu : pertama, berarti ancaman dan peringatan keras, bukan merupakan perintah, sebagaimana sabda beliau : “Lakukanlah sesuka kamu” Yang juga berarti ancaman, sebab kepada mereka telah diajarkan apa yang harus ditinggalkan.

Demikian juga sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Barang siapa yang menjual khamr maka hendaklah dia memotong-motong daging babi”.   Tidak berarti bahwa beliau membenarkan melakukan hal semacam itu.   Pengertian kedua ialah hendaklah melakukan apa saja yang kamu tidak malu melakukannya, seperti halnya sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Malu itu sebagian dari Iman”.

Maksud malu di sini adalah malu yang dapat menjauhkan dirinya dari perbuatan keji dan mendorongnya berbuat kebajikan. Demikian juga bila malu dapat mendorong seseorang meninggalkan perbuatan keji kemudian melakukan perbuatan-perbuatan baik, maka malu semacam ini sederajat dengan iman karena kesamaan pengaruhnya pada seseorang. Wallaahu a’lam.

TAGGED:Rasa Malu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Stay Connected

2.5kFollowersLike
4.7kFollowersFollow
981SubscribersSubscribe
23MembersFollow

Artikel Populer

Hadits Arbain Ke 2 Tentang Islam Iman dan Ihsan
Hadits Arbain Hadits
Hadits Arbain Ke 3 Tentang Rukun Islam
Hadits Arbain Hadits
Hadits Arbain Ke 4 Tentang Takdir Manusia Telah Ditetapkan
Hadits Arbain Hadits
Hadits Arbain Ke 5 Tentang Semua Perbuatan Bidah Tertolak
Hadits Arbain Hadits
Follow US
Copyright 2026 © All rights Reserved.